| Assalāmu‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh |

Rabu, 04 April 2012

Terang Tak Menerangi

Di tengah-tengah kelut kemalu yang resah
Membuat pikiran dan perasaanku seakan menjadi gelisah
Diri ini, jiwa ini, tak lagi seperti dulu
Dimana semua semangat menyatu selalu

Selimut tebal kau berikan
Namun tak menghangatkan
Percikan air kau semburkan
Tak menimbulkan kesejukan
Pandangan mata kau layangkan
Tak lebih dari penghakiman

Sesuatu telah memeluk, memeluk tuk menjadi lemah
Sadar tak rela diri ini diperbuat, ingat aku tak mau dibuat untuk kalah
Harus aku bangkit dan dengan api-api semangat
Dibawah terik matahari yang menyengat

ini juga salah satu tugas bahasa Indonesia yang gak sengaja ketemu. maksud puisi ini buat temen Mae, dan pas banget Mae suruh bacain puisinya depan kelas, jadi enak, eh gak enak ˇˇ)-c<˛)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar